Anggota DPRD Balangan Hafiz Ansyari Dorong Penguatan Keluarga Tangguh Bencana Melalui Program KATANA

Bagikan Artikel

PARINGIN, RB – Anggota DPRD Kabupaten Balangan sekaligus Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Kabupaten Balangan, Hafiz Ansyari, menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana melalui program Keluarga Tangguh Bencana (KATANA).

Komitmen tersebut ditunjukkan saat mengikuti pertemuan koordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan, Selasa (9/6/2026), guna mempersiapkan pelaksanaan Sosialisasi KATANA bagi Organisasi Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Balangan Tahun 2026 yang dijadwalkan pada 11 Juni 2026.

Hafiz Ansyari menilai program KATANA memiliki peran penting dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat dari lingkup terkecil, yakni keluarga.

“Melalui sosialisasi KATANA, masyarakat akan semakin memahami langkah-langkah mitigasi bencana yang dapat dilakukan sejak dini. Keluarga menjadi garda pertama dalam menghadapi berbagai potensi bencana sehingga perlu dibekali pengetahuan dan kesiapsiagaan yang memadai,” ujarnya.

Menurut Hafiz, keterlibatan berbagai elemen masyarakat—termasuk tenaga kesehatan seperti bidan—merupakan langkah strategis untuk memperluas edukasi kebencanaan hingga ke tingkat keluarga dan kelompok rentan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD, Jumaidil Hairi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga melibatkan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Balangan yang tergabung dalam Forum PRB.

“Dalam kegiatan nanti juga akan dilakukan pembagian bibit tanaman kepada peserta untuk ditanam di lingkungan masing-masing sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana melalui penghijauan dan penguatan lingkungan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pelibatan IBI Cabang Balangan diharapkan dapat memperkuat peran tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil dan anak-anak.

Melalui program KATANA, masyarakat diharapkan mampu menyusun rencana darurat keluarga, memahami risiko bencana di lingkungan sekitar, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana. (SA)