Sambut 1 Muharram 1448 H, Wabup Balangan Ajak Masyarakat Jadikan Hijrah sebagai Gerakan Perubahan

Bagikan Artikel

PARINGIN, RB – Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian angka dalam kalender. Momentum 1 Muharram 1448 Hijriah menjadi kesempatan untuk melakukan muhasabah, memperbaiki diri, dan meneguhkan kembali komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Balangan, Akhmad Fauzi, saat menghadiri tablig akbar di Desa Sirap, Kecamatan Juai, Sabtu (13/6/2026).

Tablig akbar tersebut menghadirkan penceramah Habib Rifky Alaydrus dari Jakarta dan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.

Menurut Akhmad Fauzi, makna Tahun Baru Islam tidak dapat dilepaskan dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW. Hijrah bukan hanya perjalanan dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga simbol perubahan dari kondisi yang buruk menuju kehidupan yang lebih baik.

“Dapat diartikan bahwa 1 Hijriah sebagai garis pemisah antara kebatilan dan kebenaran. Untuk itu, mari sama-sama menjadikan momen tahun baru Islam sebagai awal perubahan baik bagi kita semua,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat menjadikan semangat hijrah sebagai dorongan untuk melakukan perubahan nyata dalam kehidupan, baik dalam meningkatkan keimanan, memperkuat kepedulian sosial, maupun membangun lingkungan yang lebih baik.

Menurutnya, semangat perubahan juga harus diwujudkan melalui kerja bersama dalam membangun Kabupaten Balangan.

Pemerintah Kabupaten Balangan, kata Akhmad Fauzi, terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pembangunan, termasuk peningkatan akses pelayanan kesehatan dan pendidikan.

Salah satu komitmen tersebut diwujudkan melalui keberlanjutan program beasiswa 1.000 sarjana sebagai bagian dari upaya memperluas kesempatan pendidikan bagi masyarakat Balangan.

Sementara itu, dalam tausiah yang disampaikannya, Habib Rifky Alaydrus mengingatkan bahwa Tahun Baru Islam seharusnya menjadi momentum untuk berhenti sejenak dan melihat kembali perjalanan diri.

“Pada momen ini, umat Islam dianjurkan untuk melakukan muhasabah diri, bertaubat dan memohon ampun atas segala dosa, serta menguatkan tekad untuk berhijrah menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan bulan Muharram dengan memperbanyak amal ibadah, seperti berzikir, beristigfar, membaca Al-Qur’an, menjalankan puasa sunah, serta bersedekah.

Berbagai amalan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memperkuat kepedulian terhadap sesama.

Tahun Baru Islam pun menjadi pengingat bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari langkah besar. Ia dapat dimulai dari perbaikan kecil yang dilakukan dengan kesungguhan dan konsistensi.

Dari memperbaiki diri, memperkuat keluarga, peduli terhadap sesama, hingga bersama-sama membangun daerah.

Sebab, makna hijrah tidak hanya tentang meninggalkan masa lalu, tetapi juga tentang keberanian untuk melangkah menuju masa depan yang lebih baik. (MC Balangan)