
PARINGIN, RB – Arsip bukan sekadar tumpukan dokumen dan foto lama, melainkan rekaman perjalanan sejarah yang menyimpan informasi penting tentang peristiwa, perkembangan, serta identitas suatu daerah.
Menyadari nilai penting tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DISPERSIP) Kabupaten Balangan melalui Bidang Perlindungan dan Penyelamatan Arsip melakukan pengelolaan arsip bernilai sejarah sebagai upaya menjaga memori kolektif daerah agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Pengelolaan tersebut mencakup beragam bentuk arsip, mulai dari dokumen tertulis hingga foto yang merekam peristiwa, aktivitas, serta perkembangan Kabupaten Balangan dari waktu ke waktu.
Kepala Bidang Perlindungan dan Penyelamatan Arsip Dispusip Kabupaten Balangan, Candra Saputra Ganie, menyebutkan bahwa arsip merupakan sumber informasi penting yang perlu dijaga dan dikelola secara berkelanjutan agar tetap dapat dimanfaatkan oleh generasi mendatang.
Dalam proses pengelolaannya, arsip tidak hanya disimpan secara fisik, tetapi juga telah melalui proses alih media atau digitalisasi. Langkah ini dilakukan untuk mendukung pelestarian arsip sekaligus memudahkan penelusuran dan akses terhadap informasi yang tersimpan di dalamnya.
Selain memperhatikan bentuk dan kondisi arsip, pencatatan tahun perolehan juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan, lanjut dia, informasi tersebut membantu memberikan konteks mengenai asal-usul dan perjalanan arsip, sehingga nilai dokumenter maupun kesejarahannya dapat diketahui dengan lebih baik.”Kami berupaya menjaga keberadaan dokumen dan rekaman sejarah daerah agar tidak hilang, rusak, atau terlupakan seiring perkembangan zaman,” ujar Candra, Rabu (14/10/2026).
Keberadaan arsip yang terkelola dengan baik, menurut Candra, diharapkan dapat menjadi sumber rujukan bagi pemerintah, peneliti, pelajar, maupun masyarakat yang ingin menelusuri sejarah dan perkembangan Kabupaten Balangan.
“Pengelolaan arsip dengan demikian bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan juga bagian dari upaya menjaga memori kolektif dan identitas daerah untuk diwariskan kepada generasi berikutnya,” pungkasnya. (SA)