
PARINGIN, RB – Dinas Sosial Kabupaten Balangan terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik melalui berbagai inovasi yang dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Balangan, Ribowo, lima inovasi dikembangkan untuk memperkuat pelayanan sosial, mulai dari penanganan masyarakat terdampak bencana, peningkatan literasi penerima bantuan sosial, hingga penguatan sistem data kesejahteraan sosial.
Kelima inovasi tersebut yakni BAHAUPAN (Bantuan Hunian Pasca Bencana), Layar SiBalang Gen II, LIKE-PKH (Literasi Kemampuan Penerima Program Keluarga Harapan), OK Deal (One Klik Data Kesejahteraan Sosial), dan SAKAWAN (Santunan Duka Kematian Warga Balangan).
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Balangan, Ribowo, Selasa (14/7/2026), mengatakan inovasi pelayanan publik yang dikembangkan bukan sekadar bentuk pembaruan program, tetapi merupakan bagian dari upaya menghadirkan pelayanan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Inovasi bukan hanya tentang menghadirkan teknologi, tetapi bagaimana pelayanan pemerintah dapat memberikan manfaat nyata, mudah diakses, tepat sasaran, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Balangan,” ujarnya.
Melalui BAHAUPAN, pemerintah memberikan dukungan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan hunian setelah mengalami bencana. Sementara Layar SiBalang Gen II dikembangkan sebagai bagian dari penguatan pelayanan dan informasi sosial berbasis digital.
Di sisi lain, LIKE-PKH diarahkan untuk meningkatkan literasi dan pemahaman penerima Program Keluarga Harapan agar bantuan sosial dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.
Penguatan tata kelola data dilakukan melalui OK Deal yang mendukung pengelolaan data kesejahteraan sosial secara lebih terintegrasi. Adapun SAKAWAN memberikan dukungan santunan bagi keluarga warga Balangan yang mengalami kedukaan.
Berbagai inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya Dinas Sosial Kabupaten Balangan untuk membangun pelayanan sosial yang tidak hanya cepat dan mudah diakses, tetapi juga lebih terukur, transparan, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Ke depan, pengembangan inovasi akan terus diarahkan melalui pemanfaatan teknologi informasi, penguatan kolaborasi lintas sektor, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong terwujudnya pelayanan sosial yang semakin responsif, profesional, inklusif, dan adaptif terhadap dinamika kebutuhan masyarakat.
“Melalui inovasi BAHAUPAN, Layar SiBalang Gen II, LIKE-PKH, OK Deal, dan SAKAWAN, Dinas Sosial Kabupaten Balangan semakin mempertegas komitmennya untuk menghadirkan pelayanan sosial yang inklusif, cepat, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan seluruh masyarakat Kabupaten Balangan,” pungkasnya. (MC Balangan)