Warga Terpaksa Tutup Akses Demi Keselamatan, Anggota DPRD Balangan Soroti Jalan Rusak di Desa Lampihong Kanan

Bagikan Artikel

PARINGIN, RB – Kondisi jalan rusak di Desa Lampihong Kanan, Kecamatan Lampihong, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan kembali menjadi sorotan. Anggota DPRD Balangan, Saiful Arif, menegaskan perlunya penanganan cepat atas kerusakan akses jalan yang menghubungkan pemukiman warga ke Jembatan Sungai Tabuk di RT III, Desa Lampihong Kanan.

Sorotan itu disampaikan Saiful menyusul keluhan masyarakat yang telah berulang kali menyampaikan keresahan mereka terhadap kondisi jalan yang makin memburuk.

“Begitu mendapat informasi dari warga, kami langsung turun ke lapangan. Dan memang benar, kondisi jalan sangat memprihatinkan. Bahkan beberapa kendaraan berat dilaporkan pernah terbalik saat melintasi jalur tersebut,” ungkapnya, Selasa (1/7/2025).

Menurut laporan warga, kerusakan jalan bukan hanya berdampak pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga telah mengganggu kenyamanan dan keamanan warga. Sejumlah rumah warga di sekitar jalan tersebut juga terdampak, terutama saat kendaraan besar menyenggol bagian rumah karena sempit dan rusaknya badan jalan.

Meski panjang kerusakan hanya sekitar 300 meter, namun jalur ini memegang peran penting sebagai jalur alternatif vital. Jalur ini menjadi satu-satunya akses cepat menuju Jembatan Sungai Tabuk yang kerap digunakan kendaraan pengangkut hasil pertanian dan kebutuhan logistik lainnya.

“Jalan ini jadi akses utama angkutan berat, padahal kondisinya rusak parah. Kalau tidak segera ditangani, bukan hanya kendaraan yang rugi, tapi juga keselamatan warga sekitar bisa terancam,” ujar Saiful Arif lagi.

Ia pun mendorong agar pemerintah daerah, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPRP) Kabupaten Balangan, segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan perbaikan darurat jangka pendek, sembari menyusun rencana rehabilitasi permanen.

Akibat kondisi yang tidak kunjung membaik, warga setempat mengambil inisiatif menutup jalan secara mandiri selama empat hari terakhir. Mereka membentangkan tiang kayu di tengah jalan dan memasang papan pemberitahuan pada persimpangan, sebagai bentuk protes dan sekaligus demi mencegah kecelakaan lebih lanjut.

Aksi ini mendapat tanggapan dari pemerintah kecamatan. Plt Camat Lampihong, Murdiansyah, mengatakan pihaknya telah memfasilitasi koordinasi antara warga, Dishub, dan PUPRP Balangan.

“Kami sudah menyampaikan masalah ini dalam rapat teknis. Informasi dari Dinas PUPRP, jalan ini sudah masuk anggaran pemeliharaan tahun ini. Namun sambil menunggu proses, warga tentu ingin ada penanganan sementara,” terang Murdiansyah.

Ia menambahkan, koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Perhubungan terkait penutupan jalan, dan persoalan ini akan dibahas lebih lanjut dalam Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Kabupaten Balangan.

Saiful Arif menutup dengan harapan agar perhatian serius segera diberikan oleh dinas terkait. Ia menekankan bahwa keselamatan warga tak bisa menunggu hingga anggaran cair sepenuhnya.

“Masalah seperti ini harus ditangani cepat. Kalau perlu, cari solusi jangka pendek seperti pengerasan darurat agar akses tetap bisa dilalui tanpa membahayakan pengendara maupun warga sekitar,” tegasnya.

Warga pun berharap suara mereka tidak hanya sekadar didengar, tapi benar-benar ditindaklanjuti agar aktivitas sehari-hari bisa kembali normal dan aman. (rilis)