Perkuat KIM sebagai Mitra Informasi, Diskominfosan Balangan Dorong Masyarakat Cerdas Bermedia

Bagikan Artikel

PARINGIN, RB – Di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat tidak hanya membutuhkan informasi yang cepat, tetapi juga informasi yang benar, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kecepatan informasi tanpa kemampuan memilah dapat menjadi persoalan baru. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Balangan melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfosan) terus memperkuat peran Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun ekosistem informasi yang sehat.

Penguatan peran tersebut dibahas dalam rapat koordinasi KIM yang digelar di Aula Diskominfosan Balangan, Kecamatan Paringin Selatan, Senin (8/6/2026).

Kepala Diskominfosan Kabupaten Balangan, Syaifuddin Tailah, mengatakan KIM memiliki posisi penting dalam membantu menyebarluaskan informasi pembangunan sekaligus meluruskan informasi yang tidak benar di tengah masyarakat.

“Apabila KIM aktif dalam kegiatannya, tentu perannya sangat besar dalam penyebarluasan informasi dan pelurusan informasi di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, KIM dapat menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Melalui jaringan yang dekat dengan lingkungan masing-masing, KIM memiliki peluang besar untuk membantu menyampaikan informasi mengenai pembangunan, program pemerintah, serta layanan publik secara benar dan mudah dipahami.

Peran tersebut semakin penting di tengah perkembangan teknologi informasi yang membuat masyarakat dapat menerima dan menyebarkan informasi dalam hitungan detik.

Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfosan Balangan, Slamet Enggo Widodo, mengatakan hingga saat ini telah terbentuk 24 KIM di Kabupaten Balangan.

KIM memiliki peran dalam menerima, menelaah, dan menyebarluaskan informasi kepada masyarakat. Dengan fungsi tersebut, KIM diharapkan tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga turut membangun budaya literasi informasi di tengah masyarakat.

“Apabila informasi yang beredar di masyarakat dikelola dengan baik, maka masyarakat sebagai penerima informasi akan mengonsumsi informasi yang sehat dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Dalam konteks ini, KIM memiliki peran penting dalam membantu masyarakat membedakan antara informasi, opini, dan kabar yang belum terverifikasi. Kemampuan tersebut menjadi semakin penting ketika hoaks dan disinformasi dapat menyebar dengan cepat melalui berbagai platform digital.

Melalui rapat koordinasi, Diskominfosan Balangan mendorong KIM untuk semakin aktif membangun komunikasi di lingkungan masyarakat serta memperkuat kolaborasi dalam penyebarluasan informasi publik.

Keberadaan 24 KIM di berbagai wilayah Kabupaten Balangan menjadi modal sosial yang penting dalam membangun arus informasi yang lebih sehat, terbuka, dan bertanggung jawab.

Sebab, pemerintah tidak dapat bekerja sendirian dalam menghadapi tantangan informasi digital. Masyarakat juga memiliki peran penting sebagai penerima, pengolah, sekaligus penyebar informasi.

Dengan KIM yang aktif dan masyarakat yang semakin cerdas bermedia, Kabupaten Balangan terus membangun ekosistem informasi yang tidak hanya cepat, tetapi juga akurat, bermanfaat, dan dapat dipercaya. (MC Balangan)