Di Tengah Era Internet, Wabup Balangan Tegaskan ORARI Tetap Penting untuk Komunikasi Publik

Bagikan Artikel

PARINGIN, RB – Teknologi komunikasi terus berkembang. Dari radio gelombang pendek, radio AM dan FM, televisi, hingga internet, aplikasi percakapan, dan media sosial. Namun, di tengah perubahan tersebut, radio amatir tetap memiliki ruang dan peran strategis dalam kehidupan masyarakat.

Wakil Bupati Balangan, Akhmad Fauzi, menilai keberadaan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) tetap relevan, terutama dalam mendukung komunikasi publik dan membantu koordinasi pada situasi darurat.

Hal tersebut disampaikannya usai mengukuhkan Pengurus ORARI Lokal Balangan masa bakti 2026–2029 di Gedung Budaya, Paringin, Minggu (14/6/2026).

Menurut Akhmad Fauzi, keberlangsungan ORARI hingga saat ini menunjukkan bahwa organisasi radio amatir mampu beradaptasi di tengah perkembangan teknologi komunikasi yang berlangsung sangat cepat.

Namun, bagi dia, kekuatan ORARI tidak hanya terletak pada perangkat komunikasi yang digunakan.

“ORARI adalah komunitas yang para anggotanya memiliki hubungan sangat akrab satu sama lain. Perbedaan keyakinan, budaya, profesi bahkan pandangan tidak pernah menjadi persoalan dalam interaksi antar breaker. Ini merupakan sesuatu yang luar biasa,” ujarnya.

Menurutnya, perkembangan teknologi memang telah mengubah cara masyarakat berkomunikasi. Informasi kini dapat disampaikan dalam hitungan detik melalui internet dan media sosial.

Namun, kecepatan teknologi tidak selalu berarti sistem komunikasi bebas dari gangguan.

Dalam kondisi tertentu, seperti bencana alam, gangguan jaringan, pemadaman listrik, atau kondisi darurat lainnya, sistem komunikasi modern dapat mengalami keterbatasan.

Di sinilah radio amatir memiliki nilai strategis.

“Kita tidak bisa mengasumsikan seluruh kebutuhan komunikasi publik akan selalu berjalan lancar tanpa gangguan. Karena itu keberadaan ORARI perlu terus dipertahankan karena memiliki kemampuan mendukung komunikasi publik dan koordinasi mitigasi bencana,” katanya.

Kemampuan komunikasi alternatif tersebut menjadi salah satu alasan mengapa ORARI tetap dibutuhkan di tengah era digital.

Selain mendukung komunikasi dalam situasi darurat, ORARI juga memiliki potensi untuk berkontribusi dalam penyebaran informasi, edukasi, kegiatan sosial, dan berbagai aktivitas kemasyarakatan.

Akhmad Fauzi berharap kepengurusan ORARI Lokal Balangan yang baru dapat menjaga eksistensi organisasi sekaligus meningkatkan kontribusinya bagi masyarakat.

Ia juga mendorong ORARI untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa kehilangan karakter dan peran utamanya sebagai wadah komunikasi serta solidaritas masyarakat.

“ORARI harus mampu mengikuti perkembangan zaman, tetapi tetap mempertahankan nilai-nilai kebersamaan dan kontribusinya bagi masyarakat,” ujarnya.

Pengukuhan kepengurusan baru ORARI Lokal Balangan masa bakti 2026–2029 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat organisasi dan memperluas kontribusinya.

Di tengah dunia yang semakin terkoneksi, keberadaan ORARI menjadi pengingat bahwa komunikasi tidak hanya membutuhkan teknologi yang canggih, tetapi juga jaringan manusia yang solid, terlatih, dan siap hadir ketika dibutuhkan. (MC Balangan)