
PARINGIN, RB – Gerakan Ekonomi Kreatif Masyarakat (Gekrafs) Balangan resmi meluncurkan program Bakawaan Season 1 bertema “Balangan Kreatif, Wadah Anak Banua” sebagai upaya membangun ekosistem kreatif yang inklusif di Kabupaten Balangan.
Ketua TP-PKK Kabupaten Balangan, Hj. Sri Huriyati Hadi, langsung membuka kegiatan ini yang secara khusus mengangkat subsektor tari dan musik sebagai fokus utama pada season perdana.
Muhammad Aditya Hariyadi, Sekretaris Umum Gekrafs Balangan sekaligus Ketua Pelaksana Bakawaan Season 1, mengungkapkan alasan strategis di balik pemilihan kedua subsektor ini.
“Season 1 kita fokuskan pada tari dan musik sebagai fondasi. Kedua subsektor ini punya basis komunitas kuat dan dekat dengan ekspresi budaya anak muda Balangan,” jelas Aditya.
Ia menegaskan bahwa Bakawaan tidak akan berhenti di sini. Season 2 sudah dirancang dengan konsep yang lebih luas dan kolaboratif, membuka peluang untuk berbagai tema seperti kopi, otomotif/motor, fotografi, hingga subsektor kreatif lainnya yang terhubung dengan 17 subsektor ekonomi kreatif.
Ketua Umum Gekrafs Balangan, Yurli Setiawan, menegaskan bahwa Bakawaan merupakan bagian dari gerakan jangka panjang dalam membangun ekosistem kreatif yang berkelanjutan.
“Balangan Kreatif bukan hanya slogan, tapi gerakan bersama. Gekrafs hadir sebagai rumah bagi anak Banua, tempat ide bertemu, kolaborasi tumbuh, dan karya lahir dari kekuatan lokal,” ujar Yurli dengan tegas.
Melalui rangkaian Bakawaan, Gekrafs Balangan menargetkan lahirnya ruang-ruang kreatif baru yang mampu memperkuat jejaring komunitas. Program ini juga diharapkan dapat mendorong subsektor ekonomi kreatif berkontribusi nyata terhadap pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat Balangan.
“Semangatnya adalah membuka ruang seluas-luasnya. Semua potensi kreatif anak Banua harus punya wadah untuk tumbuh dan saling terhubung,” tutup Aditya optimis. (SA)