
BANJARMASIN – Perebutan kursi kepemimpinan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kalimantan Selatan memasuki babak krusial. Setelah merampungkan asesmen psikologis, para kandidat kini harus melewati fase penentu: Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) Tahap II yang dipantau langsung oleh pengurus pusat.
Berbeda dengan tahap awal, fase ini melibatkan elite Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB sebagai penguji utama. Hal ini dilakukan untuk menjamin objektivitas serta menyelaraskan visi calon pemimpin daerah dengan arah besar partai di tingkat nasional.
Sekretaris DPW PKB Kalsel, Hilyah Aulia, mengungkapkan bahwa dalam tahap ini, aspek yang digali tidak lagi sekadar administratif.
”Kami menguji pengetahuan tentang PKB, ideologi, serta komitmen nyata para calon untuk memenangkan partai di masing-masing kabupaten/kota,” tegas Hilyah.
Proses seleksi ini pun dipastikan bebas dari intervensi. Seluruh berkas penilaian dikunci rapat oleh tim DPP untuk kemudian dibahas dalam rapat pleno “Tim Lima” di Jakarta. Keputusan akhir nantinya tetap berada di tangan Ketua Umum PKB berdasarkan rapor hasil UKK tersebut.
Senada dengan Hilyah, Ketua DPW PKB Banten sekaligus Anggota Komisi V DPR RI, Ahmad Fauzi, yang turut mengawal proses ini, menekankan pentingnya kemampuan manajerial. Menurutnya, PKB tidak hanya mencari sosok populer, tetapi pemimpin yang mampu menggerakkan mesin partai hingga tingkat TPS.
”Partai harus hadir setiap hari, peduli, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bukan sekadar muncul saat momentum pemilu. Itulah kunci utama membesarkan PKB di Kalimantan Selatan,” pungkas Fauzi.