BATULICIN – Ada pemandangan yang menyentuh hati di Pelabuhan Batulicin pada Minggu (18/1/2026) siang. Ratusan penumpang KM Kelimutu turun dari kapal tidak dengan keluhan, melainkan dengan rasa bangga.
Mereka baru saja menjadi saksi bisu aksi kemanusiaan di tengah ganasnya Laut Jawa.KM Kelimutu, kapal milik PT PELNI (Persero), terpaksa mengubah haluan dan menunda jadwal sandarnya demi menjawab panggilan darurat dari delapan awak Tugboat (TB) Equator 10 yang sedang bertaruh nyawa akibat kapal mereka bocor.
Drama di Radio VHF Channel 16 Sabtu malam, pukul 18.45 WITA, di saat sebagian besar penumpang mungkin sedang beristirahat, ruang kemudi KM Kelimutu mendadak tegang. Panggilan darurat memecah kesunyian.
TB Equator 10 melaporkan kamar mesin mereka mulai tenggelam oleh air.Nakhoda KM Kelimutu, Capt. Meiardi Baruna Negara, tidak ragu sedetik pun. Atas nama kemanusiaan, ia memerintahkan kapal keluar dari jalur reguler untuk melakukan misi penyelamatan.
Selama hampir tiga jam, seluruh kru bahu-membahu dalam gelapnya malam hingga delapan awak tugboat berhasil dievakuasi ke atas kapal pada pukul 21.42 WITA.
Dampak dari aksi heroik ini, KM Kelimutu baru bisa bersandar di Batulicin pada pukul 10.50 WITA, terlambat dari jadwal seharusnya. Keberangkatan selanjutnya pun ikut tertunda satu jam.
Namun, di sinilah letak keajaibannya.Kepala Cabang PELNI Batulicin, Anita Lestari, mengungkapkan rasa harunya atas sikap para penumpang.
“Kami memberikan penjelasan secara jujur bahwa kapal terlambat karena harus menyelamatkan nyawa di tengah laut. Alhamdulillah, seluruh penumpang mengerti. Tidak ada amarah, yang ada justru empati,” ujar Anita.
Sikap para penumpang ini membuktikan bahwa di tengah kesibukan mobilisasi, nilai-nilai kemanusiaan masyarakat Indonesia masih sangat kental.
Mereka rela waktu perjalanannya tersita demi memastikan delapan orang pelaut bisa pulang dengan selamat ke pelukan keluarga.
Nyawa Manusia Bagi PT PELNI, insiden ini adalah pengingat bahwa armada mereka bukan sekadar transportasi, tapi juga penjaga kedaulatan keselamatan di perairan nusantara.
Kini, delapan awak TB Equator 10 telah diserahkan kepada pihak agen dan KSOP di Batulicin dalam keadaan sehat. Mereka selamat bukan hanya karena kesigapan kru KM Kelimutu, tapi juga karena kerelaan hati ratusan penumpang yang memberi ruang bagi penyelamatan nyawa di atas segalanya.