
PARINGIN, RB – Dalam upaya memperkuat persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XI Kalimantan Selatan, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Balangan secara resmi membentuk Tim Verifikasi Cabang Olahraga (Cabor).
Pembentukan tim ini ditetapkan melalui rapat pengurus harian dan menjadi salah satu langkah strategis dalam rangka menyeleksi dan memastikan kesiapan cabor-cabor yang akan mewakili Balangan.
Tim ini diberi tugas utama untuk melakukan verifikasi dan validasi terhadap keberadaan, keaktifan, serta kesiapan teknis dan administratif dari masing-masing cabor yang berada di bawah naungan KONI Balangan.
Plt Ketua KONI Balangan, Fakhriansyah menyatakan, bahwa proses verifikasi ini sangat penting agar pengurus KONI dapat mengambil keputusan yang tepat dan objektif terkait jumlah cabor dan nomor pertandingan yang akan diikutsertakan dalam Porprov.
Selain itu, kata dia, verifikasi juga bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh cabor memiliki struktur organisasi yang aktif, atlet yang rutin berlatih, serta legalitas yang sah.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap cabor yang diajukan benar-benar aktif, memiliki atlet dan pelatih yang terdaftar, serta berpotensi menyumbangkan medali bagi Kabupaten Balangan. Ini bukan hanya soal keikutsertaan, tetapi juga tentang prestasi dan tanggung jawab penggunaan anggaran,” jelasnya.
Tim verifikasi, menurut Fakhriansyah, akan melakukan pendataan bagi masing-masing cabor untuk melakukan pengecekan dokumen, inventarisasi atlet dan pelatih, serta mendalami program latihan dan prestasi terakhir yang telah diraih.
Proses verifikasi sendiri, lanjut dia, dijadwalkan berlangsung selama dua atau tiga hari dalam waktu dekat, dimana mencakup seluruh cabor yang telah mengajukan keikutsertaan dalam Porprov. Setelah proses selesai, hasil verifikasi akan dilaporkan dalam rapat pleno pengurus KONI, sebagai dasar penentuan kontingen Balangan.
KONI Balangan berharap, melalui proses ini, seluruh cabor termotivasi untuk meningkatkan tata kelola organisasinya dan fokus pada pembinaan prestasi atlet. Di sisi lain, langkah ini juga dianggap sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas KONI dalam mengelola program kerja serta anggaran yang bersumber dari APBD daerah.
“Kita ingin memastikan bahwa kontingen Balangan bukan hanya banyak secara jumlah, tapi juga berkualitas dan siap bersaing di arena Porprov nanti,” pungkasnya. (SA)