Dayat El Bawa Aspirasi Warga Kalsel ke Sidang Paripurna DPD RI, Sorot Banjir hingga Perlindungan Hutan Meratus

Bagikan Artikel

JAKARTA, RB – Anggota DPD RI dari Daerah Pemilihan Kalimantan Selatan, Muhammad Hidayattollah atau akrab disapa Dayat El, menyuarakan berbagai persoalan strategis yang dihadapi masyarakat Kalimantan Selatan dalam Sidang Paripurna DPD RI ke-10 Masa Sidang V, di Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Dalam sidang tersebut, Dayat El menyampaikan laporan hasil penyerapan aspirasi masyarakat Sub Wilayah Timur I yang mencakup lingkup tugas Komite I, Komite III, dan Badan Urusan Legislasi Daerah (BULD).

Beragam isu daerah mulai dari penataan ruang, pembangunan desa, ekonomi kreatif, pendidikan, hingga infrastruktur strategis menjadi sorotan utama yang ia bawa ke forum nasional tersebut.

Pada lingkup Komite I, masyarakat menyoroti lemahnya pengawasan alih fungsi lahan, konflik kawasan hutan, serta penurunan Dana Desa yang dinilai berdampak langsung pada pembangunan wilayah tertinggal.

Selain itu, masyarakat juga mendesak adanya kepastian desain Pemilu 2029, profesionalitas penyelenggara pemilu, netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), serta perlindungan dan kesejahteraan PPPK maupun ASN di daerah.

Sementara pada lingkup Komite III, aspirasi masyarakat mengarah pada penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal sekaligus perlindungan aset budaya daerah di tengah arus modernisasi.Isu pekerja migran turut menjadi perhatian serius.

Dayat El mengungkapkan adanya keluhan masyarakat terkait maraknya praktik rekrutmen ilegal, rumitnya birokrasi penempatan tenaga kerja, serta minimnya akses informasi resmi bagi calon pekerja migran.

Pada lingkup BULD, masyarakat mendorong harmonisasi regulasi pendidikan antara pemerintah pusat dan daerah. Pemerataan tenaga pendidik serta efektivitas penggunaan anggaran pendidikan sebesar 20 persen APBD juga ditegaskan harus tepat sasaran dan memberikan dampak nyata.

Tak berhenti pada isu nasional, Dayat El turut membawa sejumlah agenda strategis yang dinilai mendesak bagi Kalimantan Selatan. Di antaranya, percepatan pembangunan Bendungan Riam Kiwa di Kabupaten Banjar sebagai solusi pengendalian banjir, pembangunan Bendungan Batang Alai di Hulu Sungai Tengah untuk menopang sektor pertanian, serta perbaikan jalan nasional di Kalimantan Selatan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

Dayat El juga kembali menegaskan komitmennya terhadap perlindungan Hutan Meratus melalui gerakan #SaveMeratu.

Menurutnya, kawasan Meratus merupakan salah satu penyangga ekologi utama di Kalimantan Selatan yang harus dijaga bersama demi keberlangsungan lingkungan hidup dan masa depan Banua.

Selain itu, ia mendorong percepatan tindak lanjut usulan pemekaran Kabupaten Tanah Kambatang Lima dan Gambut Raya yang hingga kini masih menjadi harapan besar masyarakat setempat.

Dayat El menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang dihimpun dari masyarakat bukan sekadar catatan administratif, melainkan harus segera ditindaklanjuti melalui kebijakan konkret dan solusi nyata.

“Aspirasi masyarakat jangan hanya didengar, tetapi juga harus diperjuangkan dan diwujudkan melalui langkah nyata demi pemerataan pembangunan dan kesejahteraan daerah,” tegasnya di hadapan Sidang Paripurna DPD RI.

Melalui penyampaian tersebut, Dayat El berharap pemerintah pusat dan para pemangku kepentingan segera merespons berbagai persoalan daerah yang ia sampaikan, khususnya bagi masyarakat Kalimantan Selatan. (SA)