Misi Literasi ke Pedalaman, Gerakan Buku Meratus Kembali Gelar Ekspedisi

Bagikan Artikel

PARINGIN, RB – Gerakan Buku Meratus (GBM) kembali menggelar ekspedisi literasi ke kawasan kaki Pegunungan Meratus. Kali ini, mereka menargetkan Sekolah Dasar Kecil (SDK) Ambatunin Anak di Desa Uren, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, dengan membawa donasi buku bacaan dan perlengkapan sekolah bagi para siswa di daerah terpencil tersebut.

Ekspedisi ini melibatkan sejumlah elemen kepemudaan, di antaranya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Balangan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sapta Mandiri, FKIP, FST, dan Aliansi Mahasiswa Biru Langit (AMBL).

Penggalangan donasi dibuka hingga Jumat, 3 April 2026, bertempat di Kompleks SKB Sekretariat PWI Balangan. Adapun donasi berupa uang dapat disalurkan melalui rekening DANA 083150920284 atas nama Dina Noviyanti, dan dikonfirmasi melalui WhatsApp di nomor yang sama.

Jenis donasi yang dikumpulkan meliputi buku bacaan, alat tulis, seragam sekolah, hingga tas. Donasi uang yang masuk akan dialokasikan sepenuhnya untuk kebutuhan siswa di sekolah yang dikunjungi.

Koordinator Lapangan (Korlap) Ekspedisi, Muhammad Fikri, mengatakan kegiatan ini merupakan wujud nyata gerakan kepemudaan dalam menyebarluaskan semangat literasi sejak usia dini.

“Kami akan melakukan pendistribusian donasi pada Sabtu, 4 April, dan kembali pada Minggu, 5 April.

Kegiatan ini adalah komitmen kita dalam membentuk komunitas literasi dan menyebarluaskan semangatnya,” ujar Fikri, Minggu (29/3/2026).

Fikri menjelaskan, rombongan akan berkendara menuju titik terakhir yang dapat diakses kendaraan, kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki selama sekitar dua hingga tiga jam menuju lokasi.

Setibanya di sana, kegiatan yang direncanakan antara lain penyambutan oleh warga setempat, pemutaran film bertema pendidikan, serta permainan edukatif sebelum penyerahan donasi pada hari berikutnya.

Menurutnya, literasi bukan hak eksklusif anak-anak di perkotaan. Setiap anak, termasuk yang tinggal di daerah terpencil, berhak mendapatkan akses terhadap buku dan pengetahuan.

“Penting bagi anak-anak di mana pun berada untuk memiliki literasi, agar masa depan mereka bisa lebih baik. Setiap anak berhak dan berpotensi menjadi generasi emas,” katanya.

Senada, Presiden Mahasiswa Universitas Sapta Mandiri, Abdullah, menegaskan bahwa semangat membaca dan belajar harus menjangkau seluruh lapisan anak bangsa tanpa memandang lokasi.

“Dengan memiliki literasi, mereka akan memiliki wawasan yang luas. Kita berharap semangat belajar mereka semakin tinggi,” ujar pria yang akrab disapa Bang Dul itu.

Ekspedisi ini merupakan yang kedua secara resmi digelar GBM, setelah pelaksanaan perdana pada Februari 2025 lalu yang menyasar SDK Sing-Singan Anak di Desa Mamigang, Kecamatan Halong.

Pada tahun 2026, GBM menargetkan kunjungan ke setidaknya tiga SDK di Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan. (SA)