
PARINGIN, RB – Balangan Coal bersama Ratikita.id melakukan pembinaan terhadap dua Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), yakni TPS3R Kenanga Putih Desa Tundakan dan TPS3R Mutiara Baru Kelurahan Paringin Timur, Kamis (8/5/2025)
Kegiatan ini menghadirkan berbagai pihak, mulai dari tim edukasi literasi dan publikasi DLHP Hulu Sungai Tengah (HST), perwakilan Universitas Sapta Mandiri, pengelola bank sampah, aparat desa dan BPD, hingga masyarakat setempat.
Direktur Ratikita.id, Mulyadi Saputra, menjelaskan pihaknya ingin berbagi pengalaman dalam mengelola bank sampah digital pertama di Kalimantan, yang kini telah memiliki lebih dari 6.900 nasabah individu, sekolah, perusahaan, hingga instansi pemerintah dari berbagai daerah.
“Kami berharap pengelola TPS3R bisa termotivasi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Meski mengumpulkan sampah sering dianggap kotor, ada potensi ekonomi yang besar di dalamnya. Bahkan, tabungan nasabah kami ada yang mencapai puluhan juta rupiah,” ungkap Mulyadi, yang juga Dekan Fakultas Teknik Universitas Sapta Mandiri.
Ia juga menuturkan perjalanan bank sampah digital Ratikita.id sejak berdiri pada 2021 hingga kini terus bertahan berkat komitmen pada lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, perwakilan CSR PT Balangan Coal, Muhammad Luthfi, menyampaikan bahwa menghadirkan Ratikita.id sebagai narasumber adalah langkah strategis agar pengelola TPS3R bisa belajar dari praktik nyata.
“Ratikita.id mampu berdiri mandiri dan berkembang pesat, sehingga menjadi referensi tepat untuk TPS3R di Balangan. Kami sangat mengapresiasi para pengelola sampah dan bank sampah, karena mereka telah memberi kontribusi nyata bagi lingkungan. Semoga kegiatan ini membawa manfaat besar,” tuturnya.
Melalui kolaborasi ini, Balangan Coal menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan. (SA)