KONI Balangan Rancang Desain Seragam Kontingen Angkat Kearifan Lokal

Bagikan Artikel

PARINGIN, RB – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Balangan mulai merancang desain seragam kontingen yang akan digunakan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Kalimantan Selatan Tahun 2025 di Kabupaten Tanah Laut.

Tidak hanya menekankan aspek identitas, seragam tersebut juga diharapkan mampu merepresentasikan identitas kearifan lokal Balangan dan menjadi simbol kebanggaan daerah.

Plt Ketua  KONI Balangan, Fakhriansyah, mengatakan bahwa seragam kontingen bukan sekadar pakaian resmi, melainkan lambang persatuan dan kebanggaan seluruh masyarakat Balangan. Karena itu, pihaknya berkomitmen untuk menghadirkan desain yang sarat makna, dengan mengangkat unsur budaya dan ikon daerah.

“Seragam kontingen adalah identitas. Kita ingin Balangan tampil berbeda, membawa ciri khas daerah, sekaligus memperkenalkan kearifan lokal kepada masyarakat Kalimantan Selatan. Ini juga wujud rasa bangga kita terhadap budaya dan Banua Sanggam,” ujarnya, Senin (11/8/2025)

Sebagai wujud dari gagasan tersebut, KONI Balangan mempersembahkan sebuah artwork dengan tema “The Glitter of Bumi Sanggam”. Artwork ini akan diterapkan dalam desain atribut kontingen Balangan untuk Porprov. Terinspirasi dari ikon dan monumen khas yang ada di Kabupaten Balangan, mulai dari hulu hingga hilir, karya ini merepresentasikan identitas daerah sekaligus semangat perjuangan masyarakatnya.

Dari ikon-ikon tersebut, tersimpan makna tentang perjuangan dan kebanggaan. Artwork dihiasi dengan 17 sinar berkilau yang melambangkan semangat 17 Agustus 1945. Cahaya itu menjadi simbol nilai perjuangan, semangat, dan kebersamaan yang menyelimuti para putra-putri terbaik daerah ketika mengenakan atribut kontingen Balangan.

“Harapan kita, saat atlet dan ofisial memakai atribut dengan artwork ini, mereka merasakan semangat perjuangan, kebanggaan, dan motivasi untuk membawa nama Kabupaten Balangan lebih bersinar dan berprestasi di ajang Porprov nanti,” tambah Fakhriansyah.

Selain kaya makna, desain seragam juga dirancang dengan memperhatikan aspek kenyamanan. Pemilihan bahan menyesuaikan kondisi agar tetap nyaman dipakai, baik saat defile pembukaan, upacara resmi, maupun kegiatan non-pertandingan.

Rencana desain ini mendapat sambutan positif dari pengurus cabang olahraga (cabor). Mereka menilai langkah tersebut bukan hanya memperkuat identitas, tetapi juga meningkatkan rasa solidaritas dan kebanggaan.

“Kalau atribut kita membawa simbol perjuangan dan kearifan lokal, tentu semangat bertanding juga semakin besar. Atlet akan merasa membawa misi penting, bukan hanya bertanding, tetapi juga mengharumkan nama daerah,” ungkap salah satu perwakilan cabor.

KONI Balangan menargetkan desain final seragam kontingen rampung jauh hari sebelum pelaksanaan Porprov. Dengan begitu, atribut kontingen dapat menjadi penyemangat sejak awal persiapan hingga puncak pelaksanaan Porprov XII 2025 di Tanah Laut. (SA)