
KANDANGAN, RB – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Muhammad Zakaria Anshori, angkat bicara terkait maraknya aksi premanisme yang melibatkan sejumlah organisasi masyarakat (ormas) di berbagai daerah di Indonesia.
Ia menyerukan agar masyarakat, khususnya di wilayah HSS, tidak terprovokasi untuk melakukan kekerasan atau tindakan yang bertentangan dengan hukum dan nilai-nilai keagamaan.
Dalam pernyataannya, Zakaria menegaskan bahwa setiap bentuk premanisme, intimidasi, dan aksi sepihak yang dilakukan atas nama kelompok atau organisasi, tidak bisa dibenarkan dalam ajaran Islam maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kami menghimbau kepada masyarakat, termasuk ormas-ormas yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, untuk tidak terlibat dalam aksi kekerasan atau premanisme. Islam mengajarkan kedamaian, musyawarah, dan penghormatan terhadap hukum,” tegas Zakaria, Rabu (21/5/2025).
Ia juga menekankan bahwa keamanan dan ketertiban merupakan syarat utama bagi tumbuhnya perekonomian daerah. Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk mendukung iklim usaha yang sehat dan kondusif, demi kemajuan ekonomi masyarakat HSS secara keseluruhan.
“Kita harus mendukung kehadiran investor dan pelaku usaha di daerah kita. Jangan sampai ada tindakan yang menghambat pertumbuhan ekonomi. Justru kita harus menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah,” ujarnya.
Zakaria menambahkan, peran masyarakat sipil dan ormas sangat penting dalam menciptakan suasana yang harmonis dan produktif. Ia meminta agar ormas berfungsi sebagaimana mestinya: sebagai mitra dalam pembangunan, bukan alat untuk menekan atau menakut-nakuti.
“Ormas seharusnya menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah, bukan menjadi alat kepentingan tertentu. Mari kita jaga marwah organisasi dan perkuat peran sosial kita demi kemaslahatan umat,” katanya.
MUI HSS, lanjutnya, siap berkolaborasi dengan semua pihak, termasuk aparat keamanan dan pemerintah daerah, dalam upaya menciptakan ketenangan dan kesejahteraan masyarakat.
“Premanisme bukan hanya musuh hukum, tetapi juga musuh moral dan agama. Sudah saatnya kita bersama-sama menolaknya dan aktif menjaga keamanan lingkungan kita,” pungkasnya.(*)