
JAKARTA, RB – Transisi menuju penggunaan energi berkelanjutan (sustainable energy) tidak lagi sekadar wacana. Sejumlah delegasi asal Indonesia, termasuk perwakilan pengusaha dari Kalimantan Selatan (Kalsel), turut ambil bagian dalam forum global guna mendorong percepatan transisi tersebut.
Energi berkelanjutan sendiri merupakan pemanfaatan sumber daya yang dapat diperbarui dan digunakan dalam jangka panjang tanpa merusak lingkungan, sehingga tidak mengorbankan kebutuhan generasi mendatang. Cakupannya sangat luas, mulai dari tenaga air, biomassa, panas bumi, angin, gelombang, pasang surut, hingga energi matahari.
Dalam ajang strategis tingkat global tersebut, Indonesia mengirimkan deretan delegasi berkompeten, yang beberapa di antaranya tergabung sebagai Anggota Forum Insinyur Muda Persatuan Insinyur Indonesia (PII).
Delegasi yang hadir diisi oleh figur-figur strategis dari berbagai perusahaan. Dari Kalsel, turut hadir Direktur Utama Holding PT Hayau Berait Bersama Grup Kalsel, Muhammad Nanda; Penasehat Barito Bintang Samudra Kalsel, Noor Ifansyah; dan Direktur Operasional Energi PT Hayau Berait Bersama Energi, Anny Rizqa Iradatillah.
Selain itu, hadir pula Direktur Utama PT Econova Energi Solusi, Rifqi Taufiqurrahman; Manager of Sustainability PT Kurita Indonesia, Fauzan Al Chalifa; Coordinator Operation SGS Indonesia, Farid Ramadhan; CEO PT Biosirkular, Dicka Dwi Candra; Manager Olahkarsa, Reynaldi Oktino; perwakilan Ciputra Group, Eric Harianto; serta ESG Specialist PT Pegadaian, Yanti Octaviani.
Forum ini semakin berbobot dengan kehadiran tokoh pakar energi nasional, seperti Founder Chairman of Supervisory Board Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI), Eddie Widiono, dan Founder National Battery Research Institute, Prof. Dr. Evvy Kartini.
Direktur Utama Holding PT Hayau Berait Bersama Grup Kalsel, Muhammad Nanda menegaskan bahwa forum tersebut adalah langkah konkret menuju perubahan global untuk penggunaan energi terbarukan.
Menurutnya, transisi kelistrikan dan energi ini bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak yang menuntut adaptasi dari semua pihak.
“Ini adalah perkembangan untuk kehidupan secara menyeluruh. Pengusaha di Indonesia serta masyarakat harus siap memposisikan diri dengan perkembangan ini, khususnya pada sektor energi terbarukan,” tegas Nanda.
Ia mengingatkan bahwa sumber energi terbarukan sejatinya bukan hal yang asing. Potensi tersebut tumbuh subur dan sudah lama berdampingan dengan kehidupan masyarakat sehari-hari di Indonesia.
“Sekarang tinggal bagaimana kita harus mempelajari serta memaksimalkannya, agar potensi yang ada di sekitar kita ini bisa benar-benar bermanfaat untuk masa depan,” pungkasnya.(*)