
PARINGIN, RB – Komisi III DPRD Kabupaten Balangan, yang diwakili Anggota Dewan Supianoor, menyalurkan bantuan 20 unit gerobak usaha kepada warga Desa Juai, Kecamatan Juai, Senin (23/2/2026). Penyerahan bantuan berlangsung langsung di desa tersebut dan disaksikan oleh perwakilan anggota DPRD, tokoh masyarakat, serta perangkat desa setempat.
Bantuan gerobak usaha ini merupakan bagian dari realisasi aspirasi anggota Komisi III DPRD Balangan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan kapasitas usaha mikro. Program semacam ini dipandang sebagai bentuk keberpihakan konkret legislatif kepada masyarakat di akar rumput.
“Bantuan gerobak usaha ini diberikan sebagai bagian dari aspirasi Komisi III DPRD Balangan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui usaha mikro. Kami berharap ini menjadi titik awal berkembangnya semangat wirausaha di desa,” ujar Supianoor.
Gerobak usaha yang dalam bahasa setempat kerap disebut rombong, dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis usaha mandiri, mulai dari berjualan kuliner, minuman, jajanan, hingga berbagai dagangan harian. Fleksibilitasnya membuat rombong menjadi alat usaha yang sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa.
Supianoor menegaskan bahwa bantuan ini bukan sekadar pemberian barang semata. Lebih dari itu, ini adalah simbol kepercayaan DPRD kepada warga bahwa mereka mampu mandiri secara ekonomi jika diberikan dorongan yang tepat.
“Bantuan ini bukan hanya berupa barang, tetapi juga semangat untuk membangun usaha yang lebih mapan dan berkelanjutan. Kami berharap para penerima dapat memanfaatkannya sebaik mungkin,” tambahnya.
Salah seorang warga penerima, Dani, mewakili rekan-rekannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang tulus atas perhatian anggota dewan. Menurutnya, program semacam ini adalah bukti nyata bahwa DPRD tidak hanya hadir dalam forum-forum formal, tetapi juga hadir di tengah kebutuhan nyata masyarakat.
Dani berharap ke depan program serupa dapat diperluas dan dilengkapi dengan dukungan permodalan, sehingga wirausaha yang tumbuh di desa tidak terhenti hanya karena kekurangan modal awal untuk mengembangkan usahanya lebih jauh. (SA)