Site icon Ragamberita

Investasi di Kabupaten Balangan Terus Tumbuh, Realisasi Triwulan II 2026 Capai Rp273,2 Miliar

Bagikan Artikel

PARINGIN, RB – Iklim penanaman modal di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, kembali menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang dihimpun Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Balangan, realisasi investasi daerah ini terus merangkak naik dalam lima tahun terakhir, sejalan dengan makin kondusifnya iklim usaha di “Bumi Sanggam” tersebut.

Dari data yang dirilis DPMPTSP, realisasi investasi Kabupaten Balangan pada 2022 tercatat sebesar Rp403,60 miliar. Angka ini terus meningkat menjadi Rp471,23 miliar pada 2023, lalu melonjak signifikan menjadi Rp719,23 miliar pada 2024 atau naik 52,62 persen dibanding tahun sebelumnya. Tren kenaikan berlanjut pada 2025 dengan realisasi mencapai Rp748,79 miliar.

Memasuki 2026, Pemerintah Kabupaten Balangan awalnya menetapkan target investasi sebesar Rp725 miliar. Hingga Triwulan II 2026, realisasi investasi tercatat sebesar Rp273.206.927.709, atau setara 36,42 persen terhadap target Kabupaten. Jika dibandingkan dengan target yang ditetapkan Provinsi Kalimantan Selatan, capaian ini setara 31,29 persen.

Sebagai catatan, pada Triwulan I 2026 (Januari–Maret) DPMPTSP sempat mencatat capaian sementara sebesar Rp171,22 miliar, dengan 257 proyek investasi dan penambahan tenaga kerja baru sebanyak 37 orang selama triwulan tersebut. Angka penyerapan tenaga kerja ini merupakan tambahan tenaga kerja pada periode satu triwulan berjalan, bukan akumulasi keseluruhan. Realisasi kemudian terus bertambah memasuki Triwulan II seiring proses verifikasi dan persetujuan laporan oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melalui sistem Online Single Submission (OSS) sebuah proses yang memang menjadi salah satu tantangan rutin dalam pencatatan realisasi investasi secara nasional.

Dari sisi investor asing, sejumlah perusahaan tercatat sebagai penyumbang Penanaman Modal Asing (PMA) di Kabupaten Balangan sepanjang 2026. Berdasarkan hasil press release DPMPTSP Provinsi Kalimantan Selatan, lima sektor usaha dengan realisasi investasi terbesar di Balangan meliputi pertambangan, perdagangan dan reparasi, transportasi-pergudangan-telekomunikasi, jasa lainnya, serta konstruksi, ini mencerminkan geliat diversifikasi ekonomi daerah yang tak lagi bertumpu sepenuhnya pada sektor tambang batu bara.

Ditemui di Paringin, Rabu (23/9/2026), Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Madya DPMPTSP Kabupaten Balangan, Mariatul Hidayah, menjelaskan bahwa tren kenaikan investasi ini merupakan hasil dari konsistensi pengendalian dan pengawasan pelaksanaan penanaman modal. “Kegiatan pengendalian pelaksanaan penanaman modal ini menjadi salah satu upaya strategis kami untuk mengevaluasi sejauh mana ketercapaian realisasi investasi oleh para pelaku usaha, sesuai target dan ketentuan yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, akibat kebijakan efisiensi anggaran, sepanjang 2026 ini pihaknya tidak lagi melaksanakan kegiatan sosialisasi, rapat koordinasi, maupun bimbingan teknis kepada pelaku usaha.

“Selama tahun 2026 ini kami memang sudah tidak melaksanakan kegiatan-kegiatan tersebut lagi sehubungan dengan efisiensi anggaran. Yang masih bisa kami laksanakan hanya pendampingan, sebagai implementasi dari inovasi Ladang Porang Paman Linbat atau Layanan Pendampingan Pelaporan Kegiatan Penanaman Modal secara Online Tanpa Batas Waktu, karena inovasi ini tidak memerlukan biaya,” katanya.

Selain pendampingan, Mariatul menyebut pihaknya juga tetap melaksanakan pengawasan perizinan berusaha berbasis risiko.

“Selain pendampingan, upaya kami juga melaksanakan pengawasan perizinan berusaha berbasis risiko sebagai implementasi dari inovasi Awas Nasa Jebol atau Pengawasan Perizinan Berusaha Jemput Bola. Tujuannya untuk memastikan semua izin usaha berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, baik dari segi perizinannya maupun kewajiban untuk melaporkan kegiatan penanaman modalnya tepat waktu setiap periode masa pelaporan, dalam rangka mencapai target investasi yang diberikan oleh pemerintah,” pungkasnya. (SA)

Exit mobile version