
PARINGIN, RB – Jarak dan keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat di wilayah terpencil. Untuk menjawab persoalan tersebut, UPTD Puskesmas Uren mendatangi langsung warga Dusun Libaru Sungkai, anak Desa Binuang Santang, Kecamatan Halong, melalui inovasi Puskesmas Berjalan di Tapal Batas (PUBERTAS).
Pelayanan berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis (26–27/8/2026). Program tersebut menjadi salah satu upaya Puskesmas Uren mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat yang terkendala jarak dan kondisi wilayah.
Sekitar 50 warga tercatat memanfaatkan layanan pengobatan dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari bayi dan balita hingga lanjut usia.
PUBERTAS dirancang untuk menjangkau masyarakat di daerah terpencil yang mengalami kesulitan mendatangi fasilitas kesehatan.
Dalam satu kegiatan, tim Puskesmas Uren membawa sejumlah layanan sekaligus, mulai dari pengobatan massal, posyandu, penyuluhan kesehatan, imunisasi dasar anak, penimbangan dan pemberian makanan tambahan (PMT), hingga pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA) serta keluarga berencana (KB).
Staf UPTD Puskesmas Uren, Septeno, mengatakan PUBERTAS merupakan kegiatan rutin yang dilakukan untuk memastikan masyarakat di wilayah terpencil tetap memperoleh pelayanan kesehatan.
“Ini kegiatan rutin kami untuk daerah terpencil. Pelayanannya terutama untuk pengobatan masyarakat, termasuk pelayanan kesehatan gigi, pemeriksaan ibu hamil, dan balita,” ujarnya, Kamis (27/8/2026).
Selain pengobatan, petugas juga melakukan pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS), skrining kesehatan mental, skrining perilaku merokok, edukasi penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta penjaringan kesehatan anak sekolah.
Pelayanan tidak hanya menyasar warga yang datang untuk berobat. Di SDK Libaru Sungkai, tim kesehatan juga memberikan imunisasi melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
Kegiatan untuk anak-anak turut diramaikan dengan berbagai lomba dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dengan cakupan layanan tersebut, PUBERTAS menjadi bentuk pelayanan yang menyentuh kebutuhan kesehatan berbagai kelompok usia dalam satu kunjungan. Mulai dari kesehatan anak, ibu hamil, balita hingga pemeriksaan bagi masyarakat dewasa dan lanjut usia.
Septeno mengatakan antusiasme masyarakat mengikuti pelayanan cukup tinggi. Ia berharap PUBERTAS dapat terus berjalan sehingga keterbatasan jarak tidak menjadi alasan warga kehilangan akses terhadap pelayanan kesehatan.
“Harapan kami, melalui program ini masyarakat tetap bisa terlayani. Walaupun jauh jangkauannya, mereka bisa merasakan pelayanan, terutama untuk pengobatan dan kesehatan masyarakat,” katanya.
Kehadiran tim kesehatan langsung ke Libaru Sungkai mendapat apresiasi masyarakat setempat.
Ketua RT 03, Iit, mengatakan pelayanan tersebut sangat membantu warga yang selama ini menghadapi keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas pelayanan dari Puskesmas Uren yang telah melayani masyarakat kami. Mudah-mudahan apa yang diberikan kepada pasien yang telah berobat dapat bermanfaat dan membuat masyarakat kembali sehat,” ungkapnya.
Pelayanan PUBERTAS menunjukkan bahwa pemerataan layanan kesehatan tidak hanya bergantung pada keberadaan fasilitas kesehatan, tetapi juga pada kemampuan layanan menjangkau masyarakat yang berada jauh dari pusat pelayanan.
Melalui pendekatan jemput bola tersebut, Puskesmas Uren berupaya memastikan masyarakat di wilayah terpencil tetap mendapatkan pemeriksaan, pengobatan, edukasi, dan layanan kesehatan dasar tanpa harus menghadapi hambatan jarak seorang diri. (MC Balangan)