
PARINGIN – Kepedulian terhadap warga terdampak banjir di Kabupaten Balangan terus mengalir. PT Pegadaian Cabang Barabai menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 250 paket sembako kepada masyarakat Desa Sungsum, Kecamatan Tebing Tinggi.
Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada pemerintah desa dan perwakilan warga terdampak sebagai bagian dari upaya Pegadaian mendukung pemulihan masyarakat pascabanjir. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kepedulian sosial Pegadaian yang mendapat dukungan penuh dari manajemen area.
Dukungan tersebut diberikan khusus oleh Fachri Mokoagow selaku Vice President PT Pegadaian Kantor Area Banjarmasin sehingga aksi aksi kemanusiaan Pegadaian di wilayah terdampak bencana dapat berjalan cepat dan tepat sasaran
Pimpinan PT Pegadaian Cabang Barabai, Zulfikar Sulaiman, menuturkan bahwa bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang terdampak.
“Kami berupaya hadir secara cepat dan responsif terhadap kondisi di wilayah sekitar. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Pegadaian kepada masyarakat yang terdampak musibah,” jelasnya.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan, Desa Sungsum menjadi salah satu wilayah yang terdampak banjir di Kecamatan Tebing Tinggi. Banjir sebelumnya menggenangi permukiman warga dan menyisakan lumpur di sejumlah rumah, sehingga aktivitas masyarakat sempat terganggu.
Kepala Desa Sungsum, Hormansyah, mengapresiasi kepedulian PT Pegadaian yang telah menyalurkan bantuan langsung ke desanya. Ia menyebut bantuan sembako tersebut sangat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari pascabanjir.
“Atas nama pemerintah desa dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Ini sangat berarti bagi warga kami,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua RT 01 Desa Sungsum, Kaspul Anwar, yang menilai penyaluran bantuan secara langsung ke desa memudahkan distribusi agar tepat sasaran.
Pegadaian menegaskan komitmennya untuk terus hadir, peduli, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam situasi darurat dan kemanusiaan.(*)