
PARINGIN, RB – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Balangan melalui Bidang Sport Science dan Iptek terus mematangkan penyusunan kajian identifikasi potensi dan pengembangan olahraga sebagai bagian dari upaya membangun pembinaan olahraga yang lebih terarah dan berbasis data.
Evaluasi progres penyusunan kajian tersebut dibahas dalam rapat yang digelar di Sekretariat KONI Kabupaten Balangan, Jumat (14/8/2026). Pertemuan itu menjadi momentum untuk mengevaluasi tahapan yang telah berjalan, sekaligus membahas kebutuhan data dan penyempurnaan materi kajian.
Ketua Bidang Sport Science dan Iptek KONI Balangan, Wahyu Setiawan, mengatakan kajian tersebut diarahkan untuk menghasilkan gambaran yang lebih jelas mengenai potensi olahraga di Kabupaten Balangan.
Menurut Wahyu, identifikasi potensi olahraga penting dilakukan agar pengembangan cabang olahraga tidak semata-mata berdasarkan kebiasaan atau capaian sesaat, tetapi memiliki dasar kajian yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Kajian ini kita susun untuk melihat potensi olahraga secara lebih menyeluruh. Mulai dari potensi cabang olahraga, atlet, sumber daya pendukung, hingga aspek lain yang berkaitan dengan pengembangan prestasi olahraga di Balangan,” ujar Wahyu.
Ia menjelaskan, proses penyusunan kajian membutuhkan pengumpulan dan pengolahan berbagai data terkait kondisi olahraga di daerah. Data tersebut nantinya menjadi bahan untuk melihat peluang, tantangan, serta kebutuhan pengembangan masing-masing cabang olahraga.
“Yang kita kejar bukan hanya menghasilkan sebuah dokumen kajian, tetapi bagaimana hasilnya nanti bisa menjadi rujukan dalam menentukan arah pembinaan olahraga. Sehingga program yang dibuat benar-benar berdasarkan kebutuhan dan potensi yang ada,” katanya.
Wahyu menambahkan, pendekatan sport science serta ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) diharapkan dapat memberikan perspektif baru dalam proses pembinaan atlet. Penggunaan data dan pendekatan ilmiah dinilai penting untuk meningkatkan efektivitas pembinaan sekaligus mendukung pencapaian prestasi olahraga.
Sementara itu, Ketua KONI Balangan, M Fuad Rida, menegaskan pentingnya kajian tersebut sebagai bagian dari pembenahan sistem pembinaan olahraga di daerah. Menurutnya, KONI membutuhkan data dan pemetaan yang jelas untuk menentukan prioritas pembinaan, terutama dalam melihat cabang olahraga yang berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan.
“Kita ingin pembinaan olahraga di Balangan ke depan semakin terarah. Karena itu, identifikasi potensi ini penting. Kita perlu mengetahui secara objektif di mana kekuatan kita, apa yang masih menjadi kekurangan, dan apa yang harus kita kembangkan,” ujar Fuad.
Ia berharap hasil kajian nantinya tidak berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang konkret, baik dalam pembinaan atlet, peningkatan kualitas pelatih, pengembangan cabang olahraga, maupun penyusunan strategi menghadapi agenda kompetisi.
Fuad juga mendorong Bidang Sport Science dan Iptek untuk terus menyempurnakan kajian tersebut, sehingga hasil akhirnya dapat memberikan gambaran yang komprehensif mengenai kondisi dan potensi olahraga Balangan.
“Ini harus menjadi pijakan untuk menentukan langkah ke depan. Kita ingin setiap program pembinaan memiliki dasar yang jelas, sehingga sumber daya yang dimiliki bisa diarahkan secara lebih efektif untuk meningkatkan prestasi olahraga Balangan,” katanya.
Rapat evaluasi tersebut sekaligus menegaskan komitmen KONI Balangan untuk memperkuat penerapan sport science dan Iptek dalam sistem pembinaan olahraga. Dengan tersedianya pemetaan potensi yang lebih terukur, KONI diharapkan mampu menyusun strategi pembinaan yang lebih tepat sasaran dan berorientasi pada prestasi jangka panjang. (SA)