Site icon Ragamberita

KONI Balangan Dukung Penjaringan Pesilat Muda, 10 Atlet Dipersiapkan Menuju POPDA 2027

Bagikan Artikel

PARINGIN, RB – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Balangan terus mendorong penguatan pembinaan atlet sejak usia pelajar sebagai bagian dari upaya meningkatkan prestasi olahraga daerah. Salah satunya melalui Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Remaja Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Balangan 2026 yang menjadi ajang Seleksi Daerah (Selekda) Tahap II untuk menjaring pesilat potensial menuju Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2027.

Sebanyak 48 peserta yang merupakan perwakilan sekolah di Kabupaten Balangan mengikuti kejuaraan yang digelar pada Sabtu, (17/10/26), di Hall Bulutangkis Tugu Maritam, Balangan.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah bagi para pesilat muda untuk menguji kemampuan, tetapi juga menjadi bagian penting dari proses pemantauan dan seleksi atlet yang akan dipersiapkan secara berkelanjutan.

Melalui tahapan seleksi tersebut, IPSI Balangan menargetkan terpilihnya 10 atlet unggulan untuk menjalani pembinaan lanjutan sebagai persiapan menghadapi POPDA 2027.

Bagi KONI Balangan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun fondasi prestasi olahraga daerah melalui pembinaan yang terarah, kompetisi berjenjang, dan regenerasi atlet potensial.

Pencak silat merupakan cabang olahraga yang membutuhkan perpaduan kemampuan teknik, kekuatan fisik, strategi, mental bertanding, dan kedisiplinan. Karena itu, proses penjaringan atlet perlu dilakukan melalui kompetisi yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Kejurkab Remaja IPSI Balangan 2026 menjadi salah satu instrumen untuk mengukur hasil latihan sekaligus memetakan potensi pesilat dari berbagai sekolah di Kabupaten Balangan.

Melalui seleksi yang berjenjang, atlet yang dinilai memiliki potensi dapat dipersiapkan melalui program latihan lanjutan, evaluasi kemampuan, serta peningkatan pengalaman bertanding.

Penyiapan 10 atlet unggulan menuju POPDA 2027 juga menjadi langkah awal dalam membangun tim yang kompetitif. Namun, keberhasilan pembinaan tidak hanya ditentukan oleh hasil seleksi, melainkan juga konsistensi latihan, kualitas pelatih, kedisiplinan atlet, dan dukungan berbagai pihak.

Dengan demikian, kejuaraan tingkat kabupaten tidak sekadar menjadi agenda pertandingan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan jangka panjang untuk meningkatkan daya saing atlet Balangan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua IPSI Balangan, Bripka Saranta, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terlaksananya Kejurkab Remaja IPSI Balangan 2026 dengan lancar.

“Kami sangat bangga dan senang kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala yang berarti. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” ujarnya.

Saranta secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Balangan melalui KONI Balangan atas dukungan pendanaan yang diberikan sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana.

Menurutnya, dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan pembinaan pencak silat, terutama untuk kelompok usia remaja yang dipersiapkan menjadi atlet berprestasi pada masa mendatang.

Ia juga mengapresiasi perangkat pertandingan dan Technical Delegate IPSI Balangan, serta ketua pertandingan yang didatangkan dari IPSI Provinsi Kalimantan Selatan.

Untuk menjaga kualitas dan objektivitas pelaksanaan pertandingan, dewan juri yang bertugas berasal dari perwakilan IPSI Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Hulu Sungai Selatan (HSS), dan Hulu Sungai Utara (HSU).

Keterlibatan perangkat pertandingan dari luar Kabupaten Balangan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga pelaksanaan kejuaraan agar berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ketua Pelaksana Kejurkab Remaja IPSI Balangan 2026, Nyamito Edy, S.Kom., berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kompetisi semata, tetapi memberikan manfaat nyata bagi perkembangan prestasi pencak silat di Kabupaten Balangan.

Ia menilai kejuaraan tingkat pelajar memiliki peran penting dalam menemukan bibit atlet potensial sekaligus menjadi sarana evaluasi terhadap proses pembinaan yang telah berjalan.

Melalui kompetisi ini, IPSI Balangan diharapkan dapat memperoleh gambaran mengenai kemampuan para pesilat muda sebagai dasar penyusunan program pembinaan berikutnya.

Atlet-atlet yang terpilih nantinya diharapkan dapat menjalani pembinaan secara lebih terarah sehingga memiliki kesiapan teknik, fisik, mental, dan pengalaman bertanding untuk menghadapi POPDA 2027.

Sinergi antara KONI, IPSI, sekolah, pelatih, perguruan pencak silat, serta pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam mendukung proses tersebut. Pembinaan yang konsisten diperlukan agar potensi yang ditemukan melalui seleksi dapat berkembang menjadi prestasi yang membanggakan.

Ketua KONI Balangan, M Fuad Ridha menyampaikan, KONI Balangan terus mendorong agar pembinaan atlet usia pelajar menjadi bagian dari sistem pengembangan olahraga daerah yang berkelanjutan.

“Dengan kompetisi dan seleksi yang terarah, regenerasi atlet diharapkan berjalan lebih baik dan mampu memperkuat kontingen Balangan pada berbagai ajang olahraga,” harapnya.

Terakhir, dirinya berharap, Melalui Kejurkab Remaja IPSI Balangan 2026, proses penjaringan atlet menuju POPDA 2027 diharapkan menjadi langkah konkret dalam menyiapkan pesilat muda yang mampu bersaing, menjunjung tinggi sportivitas, dan mengharumkan nama Kabupaten Balangan. (SA)

Exit mobile version