
Banjarmasin — Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama, melakukan peninjauan langsung pelaksanaan tes kompetensi dasar sekaligus kondisi infrastruktur sekolah dasar yang terdampak pasang air, Senin (20/04/2026). Kegiatan ini menyasar SDN Sungai Lulut 2, SDN Sungai Lulut 4, dan SDN Pemurus Baru 2, dengan fokus pada kualitas pelaksanaan ujian, kelayakan ruang belajar, serta dampak lingkungan terhadap aktivitas siswa.
Peninjauan diawali di SDN Sungai Lulut 2, di mana halaman sekolah terlihat tergenang air pasang hingga menghambat mobilitas siswa. Meski demikian, proses belajar dan ujian tetap berlangsung. Ryan menegaskan kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut.
“Saya turun langsung meninjau untuk memastikan persoalan ini tidak dianggap biasa. Tidak boleh ada siswa yang dipaksa belajar di tengah genangan. Ini harus segera ditangani,” ujarnya.
Di SDN Sungai Lulut 4, fokus pemantauan bergeser pada pelaksanaan tes kompetensi dasar, sekaligus mengevaluasi kesiapan sarana pendukung, Ia juga berdialog dengan guru terkait kendala teknis di lapangan.
Temuan di lokasi menunjukkan adanya kesenjangan antara semangat belajar siswa dengan kondisi fasilitas yang belum sepenuhnya memadai.
Sementara itu, di SDN Pemurus Baru 2, peninjauan dilakukan dengan pendekatan yang lebih komunikatif, berinteraksi langsung dengan siswa untuk menggali pengalaman mereka selama mengikuti pembelajaran dan ujian.
Langkah ini dinilai penting untuk mendapatkan gambaran nyata kondisi pendidikan dari sudut pandang peserta didik, sekaligus membangun kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat.
Hasil peninjauan memperlihatkan kekuatan utama pada komitmen tenaga pendidik dan antusiasme siswa yang tetap tinggi di tengah keterbatasan. Namun, persoalan infrastruktur, khususnya dampak air pasang dan keterbatasan fasilitas, menjadi tantangan yang tidak bisa diabaikan. Kondisi ini berpotensi menurunkan kualitas proses belajar jika tidak segera ditangani secara sistematis.


Di sisi lain, keterlibatan langsung pemerintah membuka peluang percepatan perbaikan melalui koordinasi lintas sektor.
Sebagai tindak lanjut, Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin akan melakukan pendataan prioritas terhadap sekolah terdampak, mempercepat perbaikan fasilitas, serta berkoordinasi dengan instansi teknis untuk penanganan genangan air.
“Solusinya harus konkret. Kita perbaiki drainase, benahi ruang kelas, dan pastikan lingkungan belajar aman. Pendidikan harus menjadi prioritas yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh siswa,” tegas Ryan.
Peninjauan ini turut dihadiri jajaran dinas pendidikan, kepala sekolah, serta dewan guru di masing-masing lokasi sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Banjarmasin.