Foto-foto Uniknya Tradisi Jalan Liuk di Kabupaten Balangan

RAGAMBERITA.ID, PARINGIN – Di Kabupaten Balangan, terutama di Kecamatan Juai, tepatnya di Desa Marias ada tradisi unik yang turun temurun digelar hanya pada saat pesta perkawinan.

Tradisi tersebut adalah Tradisi Jalan Liuk, konon tradisi ini sudah ada sekitar 60 tahun yang lalu, hingga kini masih dipertahankan dan tetap digelar.

Pelestari tradisi ini, Ahmad Kusasi mengatakan, diperkirakan tradisi ini merupakan tradisi orang ‘bahari’ (dahulu), selain di Juai juga ada di Lampihong dan Awayan, namun hanya penyebutan nama yang berbeda, serta teknis pelaksanaanya.

Di Awayan nama tradisi ini lebih dikenal Baliliukan, sementara di Lampihong dikenal Balawang Tujuh Bagunung Api, tetapi isensi dari tradisi ini tetap sama.

‪Tradisi Jalan Liuk ini berasal dari kebudayaan hiburan orang bahari yang mana hiburan ini memiliki makna yang dalam.

Tradisi Jalan Liuk di Kabupaten Balangan biasanya digelar pada waktu malam hari.

Tata cara pelaksanaan tradisi ini adalah dengan arakan pengantin pada waktu malam setelah resepsi perkawinan.

Adapun arakan ini melewati jalan yang berliku-liku seperti labirin, dibatasi dengan tali dan bertemu ditengah-tengah liukan yang sudah disiapkan kursi dan meja untuk mempelai pengantin.

Adapun pengantin dibawa oleh badut yang jumlahnya ganjil 1 atau 3 ,1 badut bertugas sebagai pemecah bunga atau pembawa jalan, dan badut 2 bertugas sebagai pengawal atau khadam pengantin dari laki-laki dan perempuan,” jelasnya.

Tradisi ini dihibur dengan iringan musik tradisi ayakan saron, babon dan agong.(Tim)

Foto-foto : Istimewa

Please follow and like us:
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial