Dari Honorer di Setwan, Hingga Menjadi Anggota Dewan

RAGAMBERITA.ID, PARINGIN – Pemilihan Umum DPRD Balangan pada April 2019 tadi, merupakan panggung pertama bagi Rusdin Barhiwan (32) bertarung sebagai calon legislatif, setelah memutuskan bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN) sejak tahun 2016 lalu.

Meskipun termasuk pendatang baru, namun Rusdin berhasil mendapatkan jatah kursi terakhir dari sepuluh kursi yang diperebutkan di Dapil 1 Kabupaten Balangan. Mengungguli Caleg petahana yang saat ini masih berstatus sebagai anggota DPRD Balangan.

Keberhasilan ayah dari dua anak ini terbilang cukup dramatis, karena perolehan suaranya hanya selisih empat suara dari Caleg PAN lainnya di Dapil 1. Rusdin meraih 434 suara, sementara seteru Caleg di bawahnya meraih 430 suara.

Diakui Rusdin, pengalamannya sebagai politisi memang masih minim, namun yang membuatnya percaya diri adalah berbekal 13 tahun pengabdian menjadi tenaga honor di Sekretariat DPRD Balangan.

Hampir setiap hari bersentuhan dengan politik, dan menyerap pengalaman-pengalaman politik dari para politisi yang duduk sebagai anggota Dewan.

“Awal tahun 2018 tadi saya secara resmi resign karena ingin mengambil porsi yang lebih besar dalam kontribusi dan pengabdian membangun banua dan mencalon sebagai Calon legislatif.

Insyaallah pengalaman selama 13 tahun mengabdi di sekretariat Dewan merupakan modal saya menjadi anggota dewan dalam tugas dan fungsi dewan di legeslasi, monitoring, dan budgeting” ungkapnya.

Disinggung tentang modalnya dalam Pemilu lalu, Rusdin mengakui bahwa dana kampanyenya termasuk minim. Hanya sebatas untuk memberi insentif kepada saksi di TPS, pembuatan APK dalam bentuk 3000 kalender, 3000 kartu nama, dan 8 buah baliho, serta terjun langsung bersosialisasi ke masyarakat secara face to face, restu orang tua, ulama, habaib dan masyarakat.

Tak ketinggalan, memaksimalkan media sosial dalam menyasar suara di level milenial.

Keuntungan lainnya, Rusdin telah sejak lama mengikuti berbagai organisasi kepemudaan semisal KNPI dan beberapa komunitas. Jauh sebelum berpolitik, ia juga mendirikan organisasi sosial Balangan Peduli yang banyak membantu masyarakat kurang mampu di Balangan.

Selain itu, lanjutnya, pemahaman tentang mekanisme perhitungan perolehan suara untuk jatah kursi dalam mekanisme Saint League yang diatur dalam UU No 7 Tahun 2017, termasuk hal pertama yang ia pelajari. Karena sistem Pemilu 2019, berbeda dengan 2014.

Karena yang dihitung pertama adalah total suara partai, dan total suara partai inilah yang kemudian dirangking antar partai untuk mendapatkan jatah kursi. Total suara partai didapat dari akumulasi suara Caleg ditambah suara partai (masyarakat yang mencoblos ke logo partai).

“Jadi, idealnya strategi awal Parpol adalah mengisi kuota full Caleg di Dapil. Ini yang kurang dipahami sebagian partai. Namun justru menjadi keuntungan bagi partai kami,” tutupnya.(Tim)

Please follow and like us:
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial