Bupati Ansharuddin : Acara Mesiwah Pare Gumboh di Desa Liyu Mampu Tarik Wisatawan

RAGAMBERITA.ID, PARINGIN – Rangkaian acara Ritual Mesiwah Pare Gumboh atau syukuran panen bersama Masyarakat Adat Dayak Deah, di Desa Liyu Kecamatan Halong, berjalan sukses.

Bahkan, Bupati Balangan H Ansharuddin bersama unsur Muspida turun hadir langsung di acara tersebut, kemarin Sabtu (27/7/2019).

Menurut Bupati Ansharuddin, acara Ritual Mesiwah Pare Gumboh merupakan kebanggaan Balangan bahkan Kalimantan Selatan, karena tamu wisata yang datang pada kesempatan ini ada yang datang dari Jakarta, Bogor, Banjarmasin, Kalteng, dan Kaltim untuk menyaksikan acara ini secara langsung.

“Kedepannya kita akan terus lestarikan kegiatan seperti ini, kita lakukan secara kebersamaan, karena pesta syukuran panen ini dilaksanakan tiap tahun oleh mereka, dan pada kegiatan tahun ini ada beda yaitu disatukan dalam tempat ini, sehingga masyarakat bisa bersama-sama,’’ bebernya.

Sementara itu, Ketua Panitia Budianto menyampaikan harapannya untuk pemerintah daerah khususnya dinas terkait untuk butuh pendampingan agar destinasi wisata yang ada di Desa Liyu nih untuk di kembangkan dan dipromosikan agar diketahui di pasar-pasar nasional untuk mendatangkan wisatawan-wisatawan.

Rangkaian acara Ritual Mesiwah Pare Gumboh yang dilaksanakan selama tiga hari ini sendiri, dimulai sejak Jumat (26/7) sekitar pukul 19.00 yang diawali dengan rangakaian arak-arakan pelaku ritual (Mulukng) dilanjutkan dengan Ritual Nyerah Ngemonta, lalu Ritual Ngemonta dan diakhiri dengan Tarian Ape Manukurung oleh Sanggar Tari Bedjalint Jaya.

Kepala Adat Dayak Deah Ali Ancin mengatakan, ritual syukuran atas hasil panen kali ini merupakan acara syukuran terbesar yang pernah dilaksanakan, karena sebelumnya syukuran dilaksanakan oleh masing-masing individu masyarakat Adat Dayak Deah.

Namun karena melimpahnya hasil panen tahun ini, akhirnya seluruh masyarakat bersepakat untuk melaksanakan syukuran bersama secara besar-besaran.

Rencana syukuran bersama tersebut, ternyata mendapatkan dukungan dari seluruh pihak terkait, karena bukan hanya untuk melestarikan budaya lokal, sekaligus ajang promosi berbagai adat budaya dan kesenian Dayak Deah.

“Semua dilaksanakan secara gotong royong mulai dari persiapan, pelaksanaan hingga selesai acara nantinya. Ajang ini tentu untuk memperkenalkan adat dan budaya serta berbagai kearifan lokal Adat Dayak Deah, sebagai salah satu kekayaan kebudayaan nasional,” tutupnya.(tim)

Please follow and like us:
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial