Balangan Gelar Festival Tanglong dan Bagarakan Sahur

RAGAMBERITA.ID, PARINGIN – Dewan Kesenian Dearah (DKD) Kabupaten Balangan bersama Dinas Pariwisata setempat, kembali akan mengelar Festival Tanglong dan Bagarakan Sahur pada bulan ramdhan ini.

Pelaksanaan Festival Tanglong dan Bagarakan Sahur yang merupakan tradisi budaya masyarakat Banjar ini, akan digelar pada Jumat tanggal 24 Maret mendatang.

Ketua pelaksana kegiatan, Baihaki menyampaikan, pelaksanaan Festival Tanglong dan Bagarakan Sahur tahun ini sama konsepnya seperti tahun sebelumnya. Dimana tradisi budaya tanglong ini tidak lagi menjadi sebuah ajang arak-arakan, namun dikemas sebagai sebuah pajangan tontonan yang akan dipusatkan di areal Taman Sanggam, selama tiga malam.

Untuk lomba bagarakan sahur, menurut Baihaki, akan digelar sedikit berbeda pada tahun sebelumnya, dimana kali ini para peserta tidak diperkenankan mengunakan alat musik, baik music tradisional maupun modern sehingga peserta hanya boleh mengunakan alat apapun sesuai kreativitasnya tanpa menggunakan alat music yang sudah jadi.

Hal ini dilakukan, menurut Baihaki, supaya para peserta bisa berdaya kreativas tinggi serta ingin menampilkan nuansa nostaligia masa silam, dimana tradisi bagarakan sahur biasanya dilakukan oleh sekelompok remaja dengan membunyikan benda apapun itu yang bisa menghasilkan bunyi seperti, jerigen, potongan besi dan lainnya.

“Kegiatan ini juga merupakan upaya kita bersama dalam melestarikan tradisi budaya yang ada,” ujarnya, Minggu (19/5/2019)

Dalam Festival Tanglong dan Bagarakan Sahur ini, lanjut dia, pihaknya menyediakan hadiah berupa piagam penghargaan, piala dan uang pembinaan bagi para peserta yang mendapat juara 1,2 dan 3 serta juara harapan 1,2 dan 3.

“Selain itu, kita juga akan menampilan live music saat pelaksanaan acara. Kita berharap acara ini bisa berjalan dengan baik dan meriah serta merupakan sarana menjaga tradisi budaya yang ada,’’ jelasnya.

Sekedar diketahui, Tanglong dikenal sebagai sebuah ornament atau replika atau miniatur atau lebih mirip dengan lampion, dengan berbagai bentuk dan model yang dikemas dalam nuansa Islami, mulai dari miniatur masjid, onta, manusia berbusana muslim, rumah adat Banjar, beduk, pohon kurma, gowa hira, hingga bentuk replika burung buraq.

Dulu tradisi Tanglong yang merupakan tradisi budaya bernuansa Islami dalam rangka menyambut kemeriahan Ramadhan dan malam-malam Lailatul kerap dilaksanakan pada malam ke 21 Ramadhan, atau dikenal dengan malam Nuzulul Quran, ataupun malam salikuran hingga menjelang lebaran. Karena pada malam-malam tersebut dikenal pula sebagai malam Lailatul Qadar.

‪sedangkan tradisi Bagarakan sahur sendiri, ialah aktivitas sekelompok remaja ataupun pemuda berkeliling kampun disertai dengan membunyikan alat seadanya dengan tujuan membangunkan kaum muslim untuk makan sahur.‬

Di kalangan masyarakat sendiri, tertanam pengertian bahwa budaya bagarakan sahur ini adalah kegiatan sosial demi memastikan warga kampungnya tidak lupa untuk bangun dan beraktivitas untuk memasak dan mempersiapkan sajian untuk makan sahur yang sudah berlangsung sejak dulu. (Tim)

Please follow and like us:
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial